Hubungan antara penguasaan Tajwi dan Tilawah alur'an denggan hasil belajar alQur'an Hadits
v HUBUNGAN
ANTARA PENGUASAAN TAJWID DAN TILAWAH AL QUR’AN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS
X MAN I KENDARI PADA BIDANG STUDI AL-QUR’AN
DAN HADITS
OLEH : Abdul Rauf
Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua sumber ajaran Islam dan pedoman
hidup bagi umat Islam. Keduanya mengajarkan prinsip-prinsip dan tata aturan
kehidupan yang harus dijalankan oleh umatnya, tidak hanya terkait dengan tata
hubungan manusia dengan Rabbnya (Hablun minallah) tetapi juga tata
aturan dalam kehidupan dengan sesama manusia (Hablun minannas).[1]
Al-Qur’an merupakan wahyu, kalam atau firman Allah yang mengandung ajaran untuk
dijadikan pedoman dan tuntunan dalam tata nilai kehidupan umat manusia dan
seluruh alam, karena pada dasarnya al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat bagi
alam semesta. Ajarannya berlaku sepanjang masa, sejak diturunkan hingga hari
kiamat. Kebenaran yang terkandung di dalamnya tidak dapat diragukan lagi,
karena Allah sendiri yang akan menjaganya.
Mempelajari al-Qur’an dan Hadits bagi orang yang beriman adalah
merupakan suatu kewajiban. [2]Hal
ini dapat dilihat surah 38/ Shad ayat
29 :
ë=»tGÏ. çm»oYø9tRr& y7øs9Î) Ô8t»t6ãB (#ÿrã£uÏj9 ¾ÏmÏG»t#uä t©.xtFuÏ9ur (#qä9'ré& É=»t6ø9F{$#
( ص : 29 )
” Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan
ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai
fikiran”( Q.S.Shad ayat 29).
Ayat
tersebut di atas mermerintahkan orang-orang beriman agar memikirkan ayat-ayat
al-Qur’an dan memerintahkan orang-orang yang mempunyai pikiran agar mengambil
peringatan dan pelajaran dari padanya. Rasulullah Saw. menganjurkan kita untuk mempelajari al-Qur’an sebagaimana
haditsnya:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْانَ وَعَلَّمَهُ (رواه البخا ري)
“ Sebaik- baik kamu adalah yang
mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain” (HR. Bukhari).[3]
Dalam konteks mempelajari
al-Qur’an, maka sangat dibutuhkan alat ilmu yang dapat mengantarkan
kepada pemahaman dan penafsiran al-Qur’an yang tepat. Dalam hal ini ilmu tata cara pengucapan dan ilmu cara
membaca tata cara pengucapan al-Qur’an tersebut. Mengingat ilmu tersebut merupakan bagian ilmu atau
cabang dari pada ilmu al-Qur’an
yang sangat besar peranannya dan menentukan benar tidaknya bacaan seseorang
ketika membaca al-Qur’an. Bagian ilmu yang dimaksudkan diantaranya adalah ilmu tajwid. Oleh karena
itu seseorang yang belum mengetahui ilmu tajwid atau belum menguasainya akan
sulit terhindar dari kesalahan membaca al-Qur’an.
Kualitas spiritual siswa
terlihat dari kefasihan dalam membaca al-Qur’an siswa pada kegiatan rutin tadarus
al-Qur’an di awal pembelajaran dan kekhusyu’an dalam kegiatan shalat dhuhur
berjama’ah. Sedangkan peningkatan kualitas intelektual terlihat dari
meningkatnya perolehan hasil belajar baik nilai ujian sumatif maupun ujian
akhir nasional (UAN) siswa, sehingga jumlah alumni Madrasah Aliyah Negeri I
Kendari yang diterima di perguruan tinggi Islam Negeri semakin banyak.
Di sisi lain, dibalik peningkatan hasil belajar sebagaimana
dijelaskan di atas, juga tidak dipungkiri adanya kesenjangan-kesenjangan yang berhubungan
dengan pembelajaran tajwid, tilawah al-Qur’an dan al-Qur’an dan Hadits pada
siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari, sebagai berikut. (1) Data
penerimaan Siswa Baru
(PSB) Madrasah Aliyah Negeri
I Kendari tahun pembelajaran 2011/2012, terdapat sekitar 25% sampai 30 % siswa
baru yang diterima dengan kategori kenal huruf (masih belajar IQRO’). Hal ini disebabkan karena calon siswa yang
diterima mendaftar bukan saja berasal
dari sekolah keagamaan atau Madrasah
Tsanawiyah, tetapi termasuk dari sekolah
umum atau Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP) dan yang sederajat, bahkan
dari tamatan paket B. (2) Hasil observasi awal dan data dari Team Baca Tulis
al-Qur’an (BTQ), guru bidang studi
al-Qur’an dan Hadits, guru tajwid, dan
guru tilawah, menyampaikan laporannya pada pertemuan rutin guru MAN I Kendari,
bahwa terdapat sekitar 40 % siswa kelas
X yang belum fashih membaca al-Qur’an. Data
yang dilaporkan tersebut dari pengamatan langsung guru bidang studi di kelas tempat mengajarnya. (3) Data yang
bersumber dari wakil madrasah urusan
kurikulum bahwa nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya nilai
tajwid, nilai tilawah al-Qur’an, dan al-Qur’an dan hadits masih sangat rendah
bila dibandingkan dengan nilai mata pelajaran lainnya. Dalam hal ini,
prosentase jumlah siswa yang mengikuti program remedial pada tiga bidang studi
tersebut masih sangat tinggi. (4) Adanya keluhan guru bahasa Arab pada kelas X dalam mengajarkan huruf, kata, dan kalimat
bahasa Arab, karena siswa kurang lancar rmembaca al-Qur’an.[4]
Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut di atas, serta
untuk mengetahui ada tidaknya hubungan penguasaan tajwid dan tilawah
al-Qur’an dengan hasil
belajar siswa, maka mendorong penulis
melakukan penelitian dan menuangkan dalam bentuk tesis dengan mengambil judul “Hubungan Antara
Penguasaan Tajwid dan Tilawah
al-Qur’an dengan Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN I Kendari
pada Bidang Studi al-Qur’an dan Hadits”
Identifikasi,
Pembatasan dan Perumusan Masalah
Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut.
a)
Proses
pembelajaran tajwid pada tingkat madrasah masih disajikan secara terpisah
dengan mata pelajaran lainnya. Pembelajaran tajwid deisajikan hanya menuntut
adanya peningkatan kemampuan kognisi tentang ilmu tajwid itu sendiri.
Akibatnya, siswa hanya diajarkan teori atau defenisi yang harus dikuasai tanpa
menghiraukan adanya praktik. Harapannya, agar siswa dapat meningkatkan
kompetensi terhadap pengetahuan tajwid baik secara teori maupun praktik. Namun
yang terjadi sebaliknya, siswa kebanyakan hanya menghafal teorinya tetapi tidak
mampu merealisasikan bacaan yang tepat ketika membaca al-Qur’an.
b)
Tilawah
al-Qur’an sebagai mata pelajaran muatan lokal dalam penyajian materinya masih
menekankan penguasaan lagu secara teoritik. Dalam hal ini, unsur-unsur pada
pembacaan al-Qur’an menjadi terabaikan. Ketidakselarasan antara tata cara
pengucapan (tajwid) dengan cara membaca tata cara (tilawah) mengakibatkan siswa
hanya dapat menguasai nada dan irama yang diajarkan kepadanya secara semu.
Dengan perkataan lain, pembelajaran Tilawah al-Qur’an pada Madrasah Aliyah
Negeri I Kendari belum terlaksana secara optimal.
c)
Bidang
studi al-Qur’an dan Hadits merupakan pelajaran yang didalamnya membahas potongan-potongan
ayat al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu, penyajian materinya dapat dilakukan
secara terintegral dengan pembelajaran tajwid dan tilawah al-Qur’an. Kondisi
tersebut masih kurang mendapatkan perhatian yang serius dari guru pendidikan agama
Islam, khususnya guru bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih fokus, diperlukan pembatasan masalah
penelitian. Untuk itu penelitian ini
dibatasi dengan masalah hubungan antara penguasaan tajwid dan tilawah
al-Qur’an dengan hasil belajar siswa kelas
MAN I Kendari.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah di
atas, maka penulis merumuskan sebagai berikut.
1) Apakah
terdapat hubungan positif yang signifikan antara penguasaan tajwid dengan hasil
belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits ?
2) Apakah
terdapat hubungan positif yang signifikan antara penguasaan tajwid dan tilawah
al-Qur’an dengan hasil belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari
pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits ?
3) Apakah terdapat hubungan positif yang
signifikan antara penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an secara bersama-sama
dengan hasil belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari pada bidang
studi al-Qur’an dan Hadits ?
Tujuan dan
Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa
kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari pada bidang studi al-Qur’an dan
Hadits.
Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian tentang hubungan antara penguasaan tajwid dan
tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri I
Kendari pada bidang studi al-Qur’an dan Hadit, diharapkan dapat memberi manfaat
sebagai berikut:
a. Manfaat Teoritis - Akademis
1)
penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi
pengembangan
ilmu pendidikan, khususnya kajian
pendidikan al-Qur’an dan Hadits.
2) Hasil penelitian ini
diharapkan dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai bahan acuan dan pembanding dalam
mengkaji lebih lanjut tentang penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an dalam rangka
meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
b. Manfaat Praktis - Pragmatis
1) Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi
instansi pendidikan terkait pada
umumnya dan Madrasah Aliyah Negeri I
Kendari pada khususnya, dalam usaha penyempurnaan kegiatan pembelajaran yang
berorientasi pada penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an demi tercapainya
peningkatan hasil belajar siswa dalam
pendidikan Agama Islam, terutama pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
2)
Memberi
masukan kepada guru ilmu tajwid dan tilawah al-Qur’an MAN I Kendari agar menekankan pembelajaran yang
berorientasi pada upaya peningkatan
hasil belajar siswa. Khususnya terhadap bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
3)
Memberi
masukan kepada guru al-Qur’an dan Hadits
pada MAN I Kendari agar
dapat merancang pembelajaran untuk memotivasi siswa dalam mengembangkan
potensi dirinya secara maksimal terutama penguasaan tajwid dan tilawah
al-Qur’an dalam meningkatkan hasil belajar pada bidang studi al-Qur’an dan
Hadits.
Sistematika
Penulisan
Untuk
memudahkan penulisan dalam pembahasan tesis, penulis menggunakan sistematika
sebagai berikut.
BAB I Pendahuluan,
yang berisi latar belakang masalah,
identifikasi, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, sistematika penulisan tesis.
BAB II Berisi
kajian putaka terdiri dari al-Qur’an dan Hadits, penguasaan tajwid,
penguasaan tilawah al-Qur’an, hasil belajar, bidang studi al-Qur’an dan Hadits,
penelitian terdahulu yang relevan, krangka pemikiran, hipotesis penelitian.
BAB III
Metodologi Penelitian, yang berisi waktu dan tempat penelitian metode
penelitian, populasi dan sampel, instrument, teknik pengumpulan data, teknik
analisis data.
BAB IV Hasil
Penelitian yang berisi penyajian data,
pengujian persyaratan analisis, pengujian hipotesis, dan Pembahasan penelitian.
BAB V Penutup,
berisi kesimpulan, implikasi, rekomendasi, daftar pustaka, lampiran.
Kajian Pustaka
a.
Al- Qur’an dan Hadits
Secara leksikal, kata qur’an mengandung
arti “bacaan” dan baru pada perkembangan kemudian dianggap merujuk kepada arti
“teks yang dibaca” Al-Qur’an kerap menyebut dirinya sebagai kitab,
yang secara leksikal berarti “tulisan” dan kemudian dianggap mengandung arti”
tulisan berupa buku.” Dengan demikian, makna penting membaca dan menulis kitab
wahyu telah ditekankan sejak awal permulaan Islam, dan melekat kuat pada kata
benda yang mencerminkan arti al-Qur’an.[5] Menurut hemat penulis. kata al-Qur’an
termasuk kesatuan fonem atau bunyi bahasa dalam bentuk leksen atau kata (tulisan) yang mengandung makna.
Kata (tulisan) tersebut dilafadzkan (diucapkan) sebagai bacaan[6].
Kata al-Qur’an berasal dari kata dasar qur’an mendapat prefiks al
membentuk kata al-Qur’an artinya membaca/bacaan. Bacaan yang menggunakan bahasa
Arab yang mengandung sastra yang sangat tinggi dan meliputi segala segi. Bahkan
al-Qur’an mempunyai gaya bahasa khas yang tidak data ditiru para sastrawan
sekalipun. Hal ini disebabkan oleh susunannya yang indah, kalimat-kalimatnya
yang menakjubkan, dan berlainan dengan setiap susunan kata atau kalimat dalam
bahasa Arab.[7]
Al-Qur’an secara bahasa berasal dari
akar kata qara-a yang berarti talaa (membaca/bacaan), karena
al-Qur’an merupakan ajaran yang dibaca. Sedangkan menurut istilah, al-Qur’an
adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada
nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dengan perantara malaikat
Jibril untuk dibaca, dipahami dan diamalkan sebagai petunjuk/ pedoman hidup
bagi umat manusia.[8]
Menurut hemat penulis, bahwa al-Qur’an
pada intinya berisi tiga induk ilmu. Ketiga induk ilmu itu dalam al-Qur’an yaitu : Tauhid, Tadzkir (peringatan), dan
hukum. Oleh karena itu, al-Qur’an tuntunan yang paling sempurna, dapat mengatur
kehidupan dunia dan akhirat. Demikian juga
kehidupan masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Dengan dasar itu,
maka al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi orang mukmin.
b.
Penguasaan Tajwid
Tajwid berasal dari bahasa Arab
- يُجَوّدُ-
جَوَّدَة- جَادَ yang berarti baik,
kemudian berubah setimbang dengan يُجَوّدُ-
تَجْوّيدً- جَوَّد yang berarti membaguskan atau membuat bagus. Sedangkan menurut
istilah adalah ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak
huruf maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf dipenuhi, yang
terdiri atas sifat-sifat huruf, hukum-hukum mad, dan sebagainya.[9] Tajwid menurut hemat penulis adalah ilmu yang
digunakan untuk membaca al-Qur’an secara sempurna. Alat ilmu untuk membetulkan
atau membaguskan bacaan al-Qur’an. Ilmu yang mengatur hubungan cara pengucapan
al-Qur’an dengan makna yang diucapkan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tajwid adalah cara membaca
al-Qur’an dengan lafal atau ucapan yang tepat[10].Sedangkan
menurut Muhammad Tsathir Ahmad[11]
yang dikutip oleh Ali, kata tajwid dalam ilmu bahasa artinya “memperindah
atau memperbaiki”. Adapun tajwid
menurut istilah seperti dikemukakan Sabirin ialah “ ilmu pengetahuan untuk
mempelajari cara-cara sebagaimana membunyikan huruf yang terdapat dalam
ayat-ayat al-Qur’an”. Sedangkan ilmu tajwid menurut H.Adnan Yahya dalam bukunya
Tajwid Al-Qur’an, bahwa tajwid adalah pengetahuan yang dibicarakan pada cara
membaca al-Qur’an menurut yang sebenarnya dari pada hukum-hukumnya, seperti : اظهار- (Idzhar), اقلاب (Iqlab),ادغام (Idqam),اخفاء
(Ighfa). Jalaluddin
as-Suyutiy yang dikutip oleh Wahyudi[12],
memberikan pengertian tentang tajwid sebagai berikut: Memberikan huruf akan
hak-haknya dan tertibnya, mengembalikan huruf kepada makhraj dan asal
(sifatnya) serta menghaluskan pengucapan dengan cara yang sempurna tampa
berlebih-lebihan, serampangan, tergesa-gesa dan dipaksakan.
Demikian juga Abdullah
Asy’ari menerangkan bahwa ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk
mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan huruf-huruf dengan betul, baik
huruf yang berdiri sendiri maupun huruf dalam rangkaian.[13]
Ilmu tajwid menurut hemat penulis adalah ilmu yang mengatur tentang keberadaan
huruf, kata, dan kalimat dalam al-Qur’an.
Dengan demikian dapatlah didefenisikan bahwa ilmu tajwid itu adalah
cara membaca al-Qur’an dengan baik dan tertib menurut makhraj hurufnya, seperti
yang keluar dari kerongkongan, melalui lidah, bibir dan sebagainya dan
memberikan hak huruf yaitu panjang dan pendeknya, tebal tipisnya, berdengun
tidaknya serta ibtida’ dan wakafnya sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah
Saw. Defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tajwid merupakan alat ilmu yang
digunakan untuk menyempurnakan bacaan al-Qur’an.
c.
Penguasaan
Tilawah Al-Qur’an
Tilawah berasal dari kata تلا- يَىْتلو –
تِلَاوَة yang berarti membaca
atau menelaah .. Kata Tilawah terdapat di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat
121:
tûïÏ%©!$# ãNßg»oY÷s?#uä |=»tGÅ3ø9$# ¼çmtRqè=÷Gt ¨,ym ÿ¾ÏmÏ?urxÏ? …"
“Orang-orang yang telah kami berikan al-Kitab
(al-Qur’an) kepada mereka membacanya dengan bacaan yang
sebenarnya
Abul Aliyah dalam tafsir Ibnu
Katsir, mengatakan bahwa Ibnu Mas’ud pernah berkata[14],
demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sesungguhnya yang dimaksud dengan
membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, adalah menghalalkan apa yang
dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya serta membacanya sesuai
denggan apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, tidak mengubah kalimat dari
tempatnya, dan tidak menafsirkan satu kata pun dengan penafsiran yang tidak
seharusnya. Menurut hemat penulis bahwa membaca al-Qur’an dengan sebenarnya
adalah membaca al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid dan tilawah al-Qur’an.
Dalam hal ini, membaca al-Qur’an dengan mengucapkan huruf dengan benar,
memahami artinya, dan meresapi maknanya dalam hati. Dengan perkataan lain bahwa
mengikutsertakan lisan, akal, dan hati ketika membaca al-Qur’an.
Dengan demikian maka istilah tilawah al-Qur’an dapat diartikan
bacaan atau pembacaan. Pengertian tersebut berkaitan dengan makna yang dimaksud
sebagaimana Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, bahwa tilawah adalah pembacaan
ayat al-Qur’an dengan baik dan indah.
Kata tilawah memiliki padanan kata dengan Qiraat yang juga berarti
bacaan, yang kata asalnya “qaraa” berarti membaca. Menurut istilah ahli
al-Qur’an, ilmu qiraat yaitu suatu pengetahuan tentang tata cara pengucapan
kalimat atau ayat-ayat al-Qur’an baik yang disepakati maupun yang terjadi
perbedaan yang disandarkan kepada seorang imam Qiraat[15].
Jadi Qiraat adalah bentuk pengucapan kata atau kalimat al-Qur’an yang di
dalamnya termasuk perbedaan-perbedaan dialek yang bersumber pada Rasulullah
Saw. Antara tajwid dan qiraat/tilawah
walaupun secara lahiriyah Nampak berbeda, namun keduanya merupakan satu
rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Tiap qiraat/tilawah yang disandarkan
pada seorang imam tetap memiliki kaidah-kaidah tertentu bagaimana cara
mengucapkan yang baik (tajwid). Begitupula sebaliknya, Tiap kaidah untuk
membaguskan pengucapan ayat al-Qur’an tentu menurut qiraat/tilawah atau bacaan
yang disandarkan pada seorang imam. Dengan demikian dapat diringkas bahwa
qiraat/tilawah membahas mengenai bentuk-bentuk pengucapan sedang tajwid membahas
mengenai cara bagaimana mengucapkan bentuk-bentuk tersebut dengan baik.
Dalam konteks ini,
qiraat/tilawah al-Qur’an yang dimaksudkan berkaitan dengan naghamul
Qur’an (melagukan al-Qur’an). Nagham berarti lagu dalam konteks
memperindah suara dalam membaca al-Qur’an (( حُسْنُ الصَّوْةِ بِالْقِرَاءَةِ .[16]
Lagu-lagu ini biasanya diungkapkan dalam tausyih yakni melagukan sejumlah
kalimat syair sebatas patokan alunan suara tentang nada suatu lagu.
Hipotesis Penelitian
Penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an memiliki hubungan dengan
hasil belajar siswa kelas X
Madrasah Aliyah Negeri I Kendari pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Berdasarkan asumsi atau anggapan yang telah dijelaskan di atas,
maka penulis merumuskan hipotesa dalam penelitian ini sebagai berikut.
1.
Hipotesis
pertama HI :
1 > 0,
“Terdapat hubungan positif antara penguasaan tajwid dengan hasil belajar siswa
pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.”
2.
Hipotesis kedua HI :
2 > 0,
”Terdapat hubungan
positif antara penguasaan tilawah
al-Qur’an dengan hasil
belajar siswa
pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.”
3.
Hipotesis
ketiga HI :
1 2 > 0,
” Terdapat hubungan
positif antara pengusaan tajwid dan tilawah
al-Qur’an secara
bersama-sama dengan
hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.”
METODOLOGI
PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanalakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kendari
Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kelas X
semester ganjil. Penelitian ini dilakukan untuk
menguji hubungan penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits di Madrasah Aliyah.
Metode Penelitian
Jenis
metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.
Sedangkan metode penelitian kuantitatif yang digunakan adalah kuantitatif
korelasional.
Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah semua siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri I Kendari yang
terdiri dari delapan kelas (paralel) 242
siswa. Sampel sebanyak 35 siswa.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dokumen
hasil tes penguasaan tajwid,
penguasaan tilawah al-Qur’an dan hasil belajar
al-Qur’an dan Hadits.
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan cara pengumpulan data melalui dokumen hasil tes penguasaan tajwid,
penguasaan tilawah al-Qur’an, dan tes hasil belajar al-Qur’an dan Hadits. Hal
itu dilakukan untuk melihat hubungan penguasaan-penguasaan tersebut terhadap
hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits. Data yang berupa hasil tes tersebut, dikomfirmasikan dari
daftar nilai kolektif masing-masing bidang studi (ilmu tajwid, tilawah al-Qur’an, dan
al-Qur’an dan Hadits) pada kelas X.
Teknik pengumpulan data ini dilakaukan
dengan cara menentukan atau menetapkan secara acak siswa setiap kelas sebagai
perwakilan dari delapan kelas yang ada untuk diambil nilainya..
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang
dipakai dalam penelitian kali ini akan menggunakan analisis korelasi. Dalam penelitian kali ini, terdiri
atas dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Dalam hal ini yang menjadi variabel
bebas atau variabel (X1) adalah pengusaan tajwid dan pengusaan
tilawah al-Qur’an (X2), sedangkan variabel terikat atau variabel Y
adalah hasil belajar bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Data-data tersebut akan dilakukan pengujian untuk mengetahui adanya hubungan
atau korelasi antara variabel-variabel tersebut. Jenis uji hubungan yang akan digunakan adalah
analisis uji hubungan dengan regresi dan korelasi linier ganda.[17]
Rumusan hipotesis:
1.
H0
:
1 = 0
Artinya tidak terdapat
hubungan positif antara penguasaan tajwid dengan hasil belajar siswa pada
bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
HI :
1 > 0
Artinya terdapat
hubungan positif antara
pengusaan tajwid dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits.
2.
H0
:
2 =
0,
Artinya tidak
terdapat hubungan positif
antara pengusaan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa pada
bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
HI :
2 > 0,
Artinya terdapat hubungan
positif antara penguasaan tilawah al- Qur’an dengan hasil
belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan
Hadits.
3.
H0
:
1 2 = 0
Artinya tidak terdapat hubungan positif antara penguasaan
tajwid dan tilawah al-Qur’an
secara bersama-sama dengan hasil
belajar
siswa pada bidangstudi al-Qur’an dan
Hadits.
HI :
1 2 > 0
Artinya terdapat hubungan positif antara penguasaan tajwid dan
tilawah al-Qur’an secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian data
1)
Penguasaan
tajwid (X1)
2)
Penguasaan
tilawah al-Qur’an (X2)
3)
Hasil
belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an
dan Hadits (Y).
Pengujian Persyaratan Analisis
a.
Uji Normalitas
b.
Uji linearitas
c.
Multikolinearitas
d.
Uji
heteroskedastisitas
e.
Uji
Autokorelasi
Pengujian
persyaratan analisis, hasilnya memenuhi persyaratan yang dituntut dalam
pengujian hipotesis penelitian ini.
Pengujian Hipotesis
a.
Hubungan
antara penguasaan tajwid (X1) dengan hasil belajar siswa pada bidang
studi al-Qur’an dan (Y)
Hipotesis
pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan positif
antara penguasaan tajwid dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an
dan Hadits.” Secara statistik hipotesis tersebut dapat dirumuskan sebagai
berikut : H0 :
1 = 0
H1 :
1 > 0
Dengan
kata lain diduga bahwa semakin tinggi penguasaan tajwid maka semakin tinggi
hasil belajar siswa, dan sebaliknya semakin rendah penguasaan tajwid semakin rendah
pula hasil belajar siswa. Untuk menguji hipotesis penelitian ini maka digunakan
analisis regresi linear sederhana dan analisis korelasi sederhana.
Berdasarkan
hasil analisis regresi linear sederhana antara pasangan data penguasaan tajwid
(X1) dengan hasil belajar
siswa pada bidang studi al-Qur’an dan (Y), maka diperoleh nilai koefisien
regresi (b) sebesar 0.847 dan nilai konstanta (a) sebesar 11,712. Dengan
demikian maka bentuk hubungan antara variabel penguasaan tajwid dengan variabel
hasil belajar siswa dapat juga ditunjukkan dengan persamaan regresi linear
sederhana Ŷ= 11,712+0,847X1.
Persamaan
regresi tersebut menunjukkan bahwa telah ada potensi hasil belajar sebesar
11,712 tanpa dipengaruhi oleh variabel penguasaan tajwid. Persamaan regresi
tersebut diartikan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor variabel penguasaan
tajwid maka akan diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,847.
Sedangkan pengujian tersebut di atas
juga menunjukkan koefisien korelasi R sebesar 0,737 kofisien tersbut signifikan
karena setelah diuji dengan F-tes diperoleh harga F sebesar 39,152 dengan signifikan 0,00
dimana pada taraf signifikan (α) = 0,05,
artinya H0 ditolak.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara penguasaan
tajwid dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
b.
Hubungan
antara penguasaan tilawah al-Qur’an (X2) dengan hasil belajar siswa
pada bidang studi al-Qur’an dan (Y)
Hipotesis
kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat Hubungan Positif antara
penguasaan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits.”
Secara
statistik hipotesis tersebut dirumuskan sebagai berikut :
H0 : ρy2 = 0
H1 :
ρy2 > 0
Dengan
kata lain diduga bahwa semakin tinggi penguasaan tilawah al-Qur’an, maka
semakin tinggi hasil belajar siswa, dan sebaliknya semakin rendah penguasaan
tilawah al-Qur’an maka semakin rendah hasil belajar siswa. Untuk menguji
hipotesis penelitian ini digunakan analisis regresi linear sederhana dan
analisis korelasi sederhana.
Berdasarkan
hasil analisis regresi linear sederhana antara pasangan data penguasaan tilawah
al-Qur’an (X2) dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan (Y) maka diperoleh nilai koefisien regersi (b) sebesar 0,700 dan
nilai konstanta (a) sebesar 22,054. Dengan demikian maka bentuk hubungan antara
variabel penguasaan tilawah al-Qur’an dengan variabel hasil belajar siswa dapat
ditunjukkan dengan persamaan regresi linear sederhana Ŷ = 22,054 + 0,700X2. Persamaan
regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit skor penguasaan tilawah
al-Qur’an, maka akan diikuti oleh kenaikan skor variabel hasil belajar siswa
sebesar 0,700. Selain itu, dijelaskan pula bahwa telah ada potensi hasil
belajar siswa sebesar 22,054 tanpa dipengaruhi penguasaan tilawah al-Qur’an.
Sedangkan hasil pengujian tersebut di atas juga menunjukkan koefisien korelasi
R sebesar 0,688. Kofisien tersebut signifikan karena setelah diuji dengan
F-test diperoleh harga F sebesar 29,647 dan signifikan 0,00 dimana pada taraf
signifikan (α) =0,05 berarti H0 ditolak. Dengan demikian, maka terdapat
hubungan positif antara penguasaan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar siswa
pada bidang studi al-Qu’an dan Hadits.
c.
Hubungan Penguasaan Tajwid (X1) dan
Tilawah Al-Qur’an (X2) Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Bidang Studi
Al-Qur’an dan (Y)
Hipotesis
ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat Hubungan Positif
antara penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an secara bersama-sama dengan hasil
belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits” Secara statistic
hipotesis tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
H0 : ρy2 = 0
H1 : ρy2 > 0
Dengan
kata lain diduga bahwa semakin tinggi penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an
maka semakin tinggi hasil belajar siswa, demikian sebaliknya bahwa semakin
rendah penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an semakin rendah hasil belajar
siswa. Untuk menguji hipotesis penelitian ini maka digunakan analisis regresi
linear ganda dan korelasi ganda.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear
ganda antara pasangan penguasaan tajwid (variabel X1) dan penguasaan
tilawah al-Qur’an (X2) dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan diperoleh nilai koefisien regresi b1X1
sebesar 0,575 dan nilai koefisien kedua
sebesar 0,344 nilai konstanta a sebesar 6,013. Dengan demikian maka bentuk
hubungan antara penguasaan tajwid (X1) dan penguasaan tilawah
al-Qur’an (X2) dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan (Y) dapat ditunjukkan dengan persamaan Ŷ = 6,013 + 0,575 X1 + 0,344X2.
Nilai 6,013 pada persamaan tersebut menyatakan bahwa tanpa ada variabel
penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an maka telah tersedia potensi hasil
belajar siswa sebesar 6,013. Persamaan regresi tersebut dapat diartikan pula
setiap kenaikan satu satuan penguasaan tajwid akan diikuti peningkatan hasil
belajar siswa sebesar 0,575 dan setiap kenaikan satu satuan penguasaan tilawah
al-Qur’an maka terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0.344. Selanjutnya
dari hasil pengujia tersebut di atas
juga menunjukkan koefisien korelasi R
sebesar 0,775. Kofien tersebut signifikan karena setelah diuji dengan F-test
diperoleh harga F sebesar 24,093 dengan signifikan 0,000, dimana pada taraf
signifikan (α) = 0,05 berarti H0 ditolak. Dengan demikian berarti
terdapat hubungan positif antara
penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an secara bersama-sama dengan hasil
belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Pembahasan
Hasil Penelitian
1.
Hubungan
Penguasaan tajwid dengan hasil belajar siswa pad bidang studi al-Qur’an
dan Hadits (X1)
Hasil
pengujian dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi linear sederhana
diperoleh koefisien korelasi R sebesar
0,737 . Koefisien tersebut
setelah di uji dengan F- test diperoleh harga F sebesar 39,152
dengan signifikan 0,000
kurang dari 0,05 dimana pada taraf signifikan 0,05, berarti H0
ditolak. Dengan demikian terdapat hubungan positif antara penguasaan tajwid
dengan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Quran dan Hadits.
Penguasaan
Tajwid merupakan suatu kecakapan dalam rangka menata kata demi kata atau
kalimat demi kalimat guna tercapainya tingkat keterbacaan al-Qur’an dengan
sempurna. Dengan bantuan tajwidlah
maka tata cara membaca al-Qur’an dapat
dipahami. Begitu pentingnya keberadaan tajwid terhadap pembacaan al-Qur’an. Hal
ini disebabkan karena persoalan tajwid sangat erat kaitannya dengan makna
bacaan al-Qur’an yang dibaca. Betapa tidak, jangankan salah membaca kata atau
kalimat, salah membaca mahrajul huruf saja dalam melafazhkannya sudah barang
tentu memiliki makna yang berbeda. Oleh karenanya wajiblah dipelajari tajwid itu agar terhindar dari kesalahan ketika
membaca al-Qur’an. Baik dibaca dalam melaksanakan shalat maupun diluar
pelaksanaan shalat.
Hasil
pengujian atau analisis tersebut di atas dapat pula dijelaskan bahwa penguasaan
tajwid dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits
memilki berbagai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, salah satunya
bila dihubungkan dengan kondisi atau realiatas proses pembelajaran al-Qur’an
dan Hadits. Dalam kaitan itu dapat dibuktikan bahwa potongan ayat-ayat
al-Qur’an yang diajarkan pada mata pelajaran al-Qur’an dan Hadits sangat sulit
bahkan tidak dapat dipahami secara sempurna tampa ditunjang oleh alat ilmu yang
disebut dengan ilmu tajwid.
Oleh karenanya, keterkaitan
itu dapat pula dinyatakan bahwa belajar al-Qur’an dan Hadits maka syaratnya
wajib belajar tajwid. Sedangkan belajar tajwid berarti belajar tata cata untuk
membaca al-Qur’an maupun Hadits.
2.
Hubungan
Penguasaan Tilawah Al-Qur’an dengan Hasil Belajar Siswa pada Bidang Studi Al-Qur’an dan Hadits
Hasil
pengujian dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi linear sederhana
diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,688. Koefisien tersebut setelah diuji
dengan F-tes diperoleh harga F sebesar 29,647 dengan signifikan 0,000,
yang kurang dari 0,05, dimana taraf
signifikan 0,05, artinya H0 ditolak. Dengan demikian hasil pengujian
tersebut menunjukkan terdapatnya hubungan positif antara penguasaan tilawah
al-Qur’an dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Tilawah
al-Qur’an dan tajwid termasuk dua rangkaian ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan bidang studi al-Qur’an dan Hadits, keberadaanya serupa tetapi tidak
sama. Dimana tajwid membicarakan tentang tata cara yang berkaitan dengan
hukum-hukum bacaan al-Qur’an, sedangkan tilawah al-Qur’an lebih fokus pada
bagaimana membaca tata cara tersebut.
3.
Hubungan
Penguasaan Tajwid dan Tilawah Al-Qur’an secara bersama-sama dengan
Hasil Belajar Siswa pada Bidang Studi
Al-Qur’an dan Hadits
Berdasarkan
hasil pengujian penelitian dengan menggunakan regresi ganda tersebut di atas diperoleh
koefisien korelasi R sebesar 0,775. Koefisien tersebut setelah diuji dengan
F-test diperoleh harga F 24,093 dengan signifikan 0,000, lebih kecil dari 0,05,
dimana taraf signifikan 0,05 H0 ditolak. Dengan demikian terdapat
hubungan positif yang sangat signifikan
antara penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an dengan hasil belajar
siswa pada bidang studi al-Qur’an dan
Hadits. Dengan perkataan lain, bahwa baik penguasaan tajwid maupun penguasaan tilawah al-Qur’an (secara
bersama-sama) memilki hubungan positif dengan
hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits,
masing-masing menunjukkan adanya korelasi yang cukup signifikan. Hal itu
mengindikasikan bahwa penguasaan tajwid dan tilawah al-Qur’an secara
bersama-sama pun tetap terdapat adanya keterkaitan atau korelas diantara
ketiganya.
Hubungan tajwid, tilawah al-Qur’an,
dan al-Qur’an dan Hadits lebih dipengaruhi
oleh adanya aspek lingkungan pengetahuan yang sama atau wilayah
keterampilan yang sama. Sebagaimana yang diyakini olen Anderson yang dikutip
oleh Syah, bahwa pengaruh positif hanya
akan terjadi pada diri seseorang siswa apabila dua wilayah pengetahuan atau
keterampilan yang dipelajari siswa tersebut menggunakan dua fakta dan pola yang
sama, dan membuahkan hasil yang sama pula. Dengan perkataan lain, dua domain
tersebut merupakan sebuah pengetahuan yang sama.
Hubungan antara tajwid dan tilawah
al-Qur’an dengan al-Qur’an dan Hadits bukan didasarkan adanya elemen atau
bentuk yang sama. Tetapi hubungan itu lebih pada struktur logika yang sama.
Berdasarkan
temuan, pengujian atau analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1.
Terdapat
hubungan positif yang sangat signifikan antara penguasaan Tajwid dengan hasil
belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits. Hubungan itu
dikategorikan sangat kuat. Artinya, semakin tinggi penguasaan tajwid yang
dimiliki oleh siswa akan meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi
tersebut.
2.
Terdapat
hubungan atau korelasi yang sangat signifikan antara penguasaan Tilawah
al-Qur’an dengan hasil belajar siswa pada bidang studi al-Qur’an dan Hadits.
Hubungan itu dikategorikan sangat kuat. Artinya, semakin baik penguasaan
tilawah al-Qur’an akan meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits.
3.
Terdapat
hubungan yang signifikan antara penguasaan Tajwid dan Tilawah al-Qur’an secara
bersama dengan hasil belajar al-Qur’an dan Hadits. Hubungan itu dikategorikan
sangat kuat. Artinya, semakin tinggi penguasaan tajwid dan semakin baik penguasaan
tilawah al-Qur’an akan meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi
al-Qur’an dan Hadits.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda